Kamis, 07 Februari 2013

Mungkin permen ini bisa merangsang libido perempuan

Peredaran permen karet perangsang libido meresahkan banyak pihak terutama para orangtua yang memiliki anak perempuan. Mereka cemas permen ini disalahgunakan untuk menjebak para anak baru gede (ABG), kendati para distributor mengklaim bahwa permen tersebut dikhususkan buat pasangan suami istri.

Pakar farmasi Universitas Airlangga Surabaya Prof Mangestuti Agil, misalnya, merasa miris mendengar beredarnya permen karet ini. Sebagai akademisi sekaligus orangtua, ia menilai peredaran permen ini layak membuat para orangtua khawatir.

Selain melihat bentuk permen “Cinta’ yang sama persis dengan permen karet pada umumnya, Mangestuti khawatir karena permen karet sangat digemari kalangan pelajar.

“Harga Rp 75.000 tidak terlalu mahal untuk siswa sekolah masa kini. Kalau permen ini memang seperti apa yang diklaim oleh penjualnya, jelas bisa merusak masa depan anak-anak muda,” kata Mangestuti.

Guru besar bidang Ilmu Botani inipun siap membantu Surya menelusuri apa kandungan sebenarnya permen karet tersebut.

Ny Dian Prita Damayanti (50), ibu dari seorang siswi SMA Negeri di Sidoarjo, juga mengungkapkan kecemasannya. Warga Perum Magersari Sidoarjo ini terang-terangan khawatir dengan kabar beredarnya permen cinta tersebut.

“Jelas saya khawatir. Saya harus secepatnya memberitahukan kabar ini ke putri saya. Ini agar dia bisa berhati-hati.

Tidak hanya saya, orang tua lain mestinya juga harus waspada dan beritahu putra-putri mereka,” cemas dia.

Ny Dian pun berharap, agar pihak sekolah memerhatikan hal ini. Menurutnya, meski belum terbukti sudah beredar di lingkungan sekolahan, tapi tidak ada salahnya pihak sekolah mewaspadai beredarnya permen cinta.

“Saya berharap pihak sekolah meluangkan waktu khusus untuk memberikan penyuluhan kepada para murid. Selain sekolah, saya juga berharap agar yang berwajib tegas menertibkan peredaran permen ini. Bahaya kalau anak di bawah umur bisa beli dengan bebas,” harap Dian.

Pimpinan Yayasan Embun Surabaya, Joris Misa Lato terkejut saat mendapat kabar beredarnya permen jenis ini. Dari pengalaman Joris memberikan perlindungan dan rehabilitasi para remaja korban kekerasan seksual, ia belum pernah sekalipun menemukan permen tersebut.

“Beberapa anak asuh saya, memang pernah cerita kalau ada obat yang bisa membuat mabuk. Sehingga, yang mengonsumsinya bisa tidak berdaya kalau diapa-apakan sama pacar mereka. Tapi saya belum pernah dengar ada permen yang menaikkan libido perempuan,” kata Joris.

Joris menilai, permen ini bisa sangat berbahaya, karena bentuk fisiknya yang tidak berbeda dengan permen karet umum yang dijual bebas. Ia mengaku sangat khawatir, bila permen ini masuk ke sekolah-sekolah.

“Apalagi di sekolah, permen karet kan sangat digemari. Baik oleh anak laki-laki atau perempuan. Kalau permen ini sudah masuk sekolah, habis sudah,” resah pria 47 tahun kelahiran Ende, NTT, ini.

Lanjut Joris, permen karet cinta ini, punya potensi ‘memperkaya’ intrik para siswa sekolah untuk memaksa pacar mereka mau berhubungan intim. Apalagi saat ini menjelang perayaan Valentine. Padahal, selama ini, dengan cara menenggak miras bareng yang setengah memaksa, para siswi sudah kerap tak berdaya menolak rayuan untuk berhubungan intim.

“Selama ini, laporan yang marak saya dengar, para siswi sekolah rata-rata dipaksa untuk menenggak miras bareng. Setelah mabuk, mereka tak kuasa menolak ajakan berhubungan intim. Siswi biasanya sangat rapuh, mereka takut diputus cinta kalau menolak minum miras,” cerita Joris.

Dengan alasan itupula lah, Joris berharap permen sexlove dan sejenisnya, hanya menjual sugesti belaka ke para pembelinya. Dengan kata lain, klaim dari produsen bahwa permen ini bisa merangsang libido perempuan, adalah bohong belaka.

Menurut dia, bila permen ini punya khasiat seperti yang digembar-gemborkan, maka bisa menjadi senjata baru buat para pria hidung belang.

“Kekhawatiran saya bukan hanya buat anak-anak saja, tapi semua perempuan bisa jadi korban nantinya. Bayangkan, termasuk penumpang kereta bisa saja kan jadi korbannya,” ucap Joris.

Terlepas dari hal tersebut, Joris dengan tegas meminta pihak berwajib untuk menertibkan penjualan permen ini. Tidak ada alasan untuk tidak menertibkan penjualan permen ini, dengan potensinya yang bisa membahayakan remaja perempuan.

Apalagi, permen ini terbukti tak memiliki izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Sudah pasti, polisi dan mereka yang berwajib harus menertibkan penjualan permen ini. Kalau toh memang bisa digunakan untuk kepentingan pasangan suami istri, seharusnya tidak dijual dengan bebas,” pinta Joris.

Tidak Mengandung Viagra

Apa zat dalam permen yang bisa membuat libido para kaum hawa naik ini, masih jadi pertanyaan besar. Pembeli seharusnya layak penasaran, karena produsen permen ini, merahasiakan bahan apa saja yang mereka pakai.

Setidaknya, dalam kemasan permen, tidak disebutkan satupun kandungan permen, kecuali vigor-x, atau bahasa lain dari viagra.

Laboratorium Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) sebenarnya sudah memberi bantuan kepada Surya untuk mencari tahu apa isi kandungan permen ini. Namun, hasil uji ilmiah yang dilakukan, tetap tidak bisa mengetahui satu persatu kandungan permen.

“Kalau mau tahu isi kandungan zat-nya apa saja, akan perlu waktu yang sangat lama. Karena kita meneliti permen ini berangkat dari nol, artinya tidak tahu sama sekali apa isi kandungannya,” ujar Drs Herra Studiawan Apt MS, yang bertindak sebagai pemeriksa permen ini.

Hanya, Herra bisa memastikan, permen pembangkit libido wanita ini, tidak mengandung viagra seperti apa yang tulis dalam kemasan. Itu artinya, produsen permen ini, berbohong.

Herra menerangkan, dalam uji laboratorium bermetode kromatografi lapis tipis densitometri, permen ini tidak menghasilkan noda dengan warna yang sama dengan zat pembanding Sidenafil Sitrat, Vardenafil HCl, maupun Tadalafil, yang merupakan zat utama viagra.

“Satu yang pasti, permen ini tidak mengandung viagra. Dalam uji lab tidak ditemukan adanya zat maupun turunan viagra di dalamnya. Mungkin permen ini bisa merangsang libido perempuan, seperti yang diklaim penjualnya. Tapi yang jelas tidak mengandung viagra,” tambah Herra.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar